Jumat, 20 September 2013

Mersisop 16 -08 - 2013


Monitor CRT
  • Raster . Pancaran electron menyapu layar dari kiri ke kanan dengan jalur-jalur dari atas ke bawah dalam pola yang sama
  • Intesitas : tingkat pencahayaan : intensitas tinggi => Cahaya terang
  • Refresh rate (vertical scan rate): jumlah penggambaran ulang atau penyegaran (refresh) layar atau jumlah penyapuan layar dalam satu detik. Ukurannya dalam Hertz (Hz) misalnya 70 Hz layar di segarkan kembali sebanyak 70 kali perdetik.
  • Flicker: Kedipan pada layar monitor bila refresh rate-nya lambat: karena fosfor  yang ditembakan oleh senapan electron CRT kehilangan kependaranya kependaranya sebelum  senapan electron bisa menyegarkanya.
  • Dot pitch. Jarak antara  2 dot fosfor pada warna yang sama. Layar dengan dot pitch yang lebih kecil memiliki jarak lebih pendek antara fosfor-fosfornya. Akibatnya elemen-elemen gambar terletak lebih dekat, menghasilkan gambar yang lebih tajam. Kebanyakan monitor memiliki 0,31 – 0,25 mm semakin kecil  semakin baik. Misal : Resolusi 1024 x 768 dengan dot pitch 0,25-0,26 mm merupakan pilihan yang ideal.
  • Interlacing. Dalam mode interaced (terjalin), pancaran elektron menyapu layar dari atas kebawah dalam 2 lintasan. Pertama menyapu baris-baris ganjil dan kedua, menyapu baris-baris genap. Setiap lintasan  membutuhkan  waktu setengah dari lintasan penuh dalam ke mode konvensional (noninterlaced = tidak terjalin ). Karena itu kedua mode menyegarkan seluruh layar dalam.


Monitor LCD (Liquid Crystal Display)

Kebanyakan kristal cair merupaka bahan organik yang terdiri atas molekul molekul berbentuk pipa akibat sifat alami yang dimilikinya molekul-molekul ini mampi menata dirinya membentuk susunan pararel. susunan molekuk ini dapat diatur dengan mengalirkan kristal cair
kepermukaan yang diberi alur-alur. susunan molekul akan mengikuti alur-alur ini, sehingga jika alurnya di buat pararel. Prinsip pertama LCD adalah dengan menempatkan LCD adalah dengan menempatkan kristal cair diantara dua permukaan yang diberi alur halus. Alur-alur halus pada permukaan yang satu membentuk sudut 90 derajat (tegak lurus) dengan alur-alur halus pada permukaan yang lain, jika molekul pada salah satu permukaan tersusun dari utara ke selatan dan molekul pada permukaan lainnya mengarah dari barat ke timur, molekul molekul yang ada diantara akan di paksa berputar sejauh 90 derajat. akibatnya lintasan cahaya yang mengikuti susunan molekul ini juga berputar 90 derajat ketika melewati kristal cair,ketika tegangnan listrik diberi ke cristal cair, molekul-molekul akan menata dirinya sendiri secara vertical : mempersilahkan cahaya melewatinya tanpa berputar 90 derajat. Prinsip LCD yang kedua mengandalkan sifat filter polarisasi dan cahaya itu sendiri, Gelombang cahaya alami mengarah dengan sudut yang random sebuah polarisasi sekumpulan garis pararel yang teramat sangat halus. garis-garis ini bertindak seperti jaring :menghambat semua gelombang cahaya kecuali yang sejajar dengan garis filter polarisasi kedua memiliki garis-garis halus yang sama tetapi terpasang tegak lurus dengan filter pertama, sehingga akan mengalangi cahaya, akan lurus dan filter kedua jika garis tepat pararel dengan yang pertama atau jika cahaya itu sendiri terputar sehingga sesuai dengan polarisator kedua. sebuah LCD yang berisis 2 filter polarisasi, seperti telah dijelaskan diatas, akan menghadang semua cahaya yang mencoba menembusnya tetapi diantara kedua filter ini terdapat kristal cair karenannya cahaya akan terpolarisasi oleh filter pertama di putar 90 derajat oleh kristal cair dan menembus filter kedua dengan sempurna. namun demikian jika teganggan listrik diberikan pada listrik cair. molekul-molekul kristal akan menata diri secara vertical sehingga akan berjalan tanpa terputar 90 derajat tetapi kemudian di hadang oleh filter polarisasi kedua demikian tidak ada tegangan berarti cahaya dapat lewat sementara adanya tegangan berarti tidak adanya cahaya yang keluar dari ujung filter kedua. *kristal dalam sebuah LCD dapat di susun secara bersama sehingga cahaya akan kuat jika ada tegangan terhadang. jika tidak ada tegangan namun demikian tertera layar komputer dengan inface grafik hampir selalu menyala energi akan dapat di hemat dengan menata kristal dalam konfigurasi tanpa tegangan ada cahaya.

Printer

  1. Printer Inkjet : Jenis printer inkjet merupakan jenis printer yang menggunakan media tinta cair dalam proses pencetakannya
  2. Printer Laser : Jenis Printer ini merupakan jenis printer yang memakai media tinta bubuk atau yang biasa disebut toner dengan menggunakan perangat infrared dalam proses pencetakanya
  3. Printer dotmatrix : Jenis Printer ini merupakan printer yang menggunakan metode pita dalam proses pencetakanya. hasil cetakan akan terlihat seperti titik yang saling terhubung 1 sama lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar